Tittle : Good Oppa
Cast : Lee Hyukjae, Lee Hankyo, etc.
Author : @Nafara_za
Gendre :
Family
Length : Ficlet
Warning:
Typo(s), EYD g bener, Alur berantakan, cerita gaje.
Say No to Plagiat!!
Silahkan membaca...
Hankyo POV
“Oppaaa!!
Mati kau!!” Teriakku frustasi saat mendapati skate boardku sudah dalam keadaan
yang mengenaskan. Aku mengambil skateboard kesayanganku itu dan memeluknya.
Skate board
ini sangat berarti untukku, karna merupakan benda peninggalan sahabat ku yang sekarang
sudah tenang di surga. Dan sekarang lihatlah! Roda skate board nya hanya
tertinggal 1 biji dan di papannya pun terdapat banyak goresan yang mengenaskan.
“Oppa!!!”
Teriakku lagi.
“Ada apa,
chagi?” Bukan oppa yang datang melainkan Eomma yang kini berdiri dihadapanku.
“Ah, eomma tau. Skateboard itu sangat berarti untukmu. Kalau kau mau membalas
perbuatan Oppamu yang tak bertanggung jawab itu, eomma akan mendukungnya.
Sekarang oppamu ada di dorm, lebih baik kau kesana!” Lanjut eomma.
Aku
memandang eomma sebentar. “Fighting, chagi! Tunjukkan kehebatan seorang kapten
tim basket dalam membela kebenaran!” Ucapnya menyemangatiku.
Aku
tersenyum tipis, lalu mengepalkan tanganku. “Fighting!” Ujarku.
Aku segera
menyambar jaket dan segera pergi ke dorm oppa dengan sepeda fixie kesayanganku.
~~0~~
Eunhyuk POV
“Hyung, dari
mana kau?” Tanya Ryeowook ketika aku memasuki dorm.
“Tadi aku
pulang ke rumah, mengembalikan sesuatu.” Jawabku.
“Jangan
bilang kau mengembalikan skateboard yang mengenaskan itu!” Ujar Sungmin hyung.
“Ne, aku
mengembalikan itu.” Aku berjalan ke sofa dan mendudukinya.
“Lalu, apa
kau tak berfikir bagaimana reaksi dongsaengmu saat dia tau skateboardnya
kembali dalam bentuk yang mengenaskan seperti itu?” Tanya Yesung hyung.
Aku menelan
salivaku, dan memandang Yesung hyung. “Ottokhe, hyung?”
“Itu
salahmu! Kalau menjadi oppa seharusnya yang bertanggung jawab.” Jawab Yesung
hyung.
“Sepertinya
aku harus bersiap akan ada perang dunia ke tiga.” Ujar Sungmin hyung.
“Hyung!!! “
Teriakku.
“Sudahlah..
kau yang memulai, kau yang harus menyelesaikannya.” Ucap Yesung hyung.
Aku beranjak
kemudian memasuki kamar dan menguncinya.
Mati kau telah membuat amarah seorang kapten
tim basket! Eunhyuk Pabo! Batinku.
~~0~~
Hankyo POV
Brakk!!
Aku
membanting pintu dorm dengan keras dan segera memasukinya. “Dimana Monyet Pabo
Pervert Tak Tau diri itu?!!!” Tanyaku dengan amarah yang membara.
“Di
kamarnya.” Jawab Kyuhyun oppa masih sambil bermain pspnya.
Aku langsung
menuju ke kamar Eunhyuk oppa dan berusaha membukanya. Dikunci. Aku menggedor
gedor pintunya.
“Oppa!!! Keluar kau! Kita harus bicara!!” Seruku. Tak ada jawaban dari dalam.
“Oppa!!! Keluar kau! Kita harus bicara!!” Seruku. Tak ada jawaban dari dalam.
“Oppa!!!
Kalau kau benar benar oppaku, kau harus keluar sekarang juga!!” Masih tak ada jawaban.
“Oppa! Aku
tak butuh seorang Oppa pengecut dan tak bertanggung jawab sepertimu!!” Aku
berhenti menggedor pintu dan menunduk.
“Sebenarnya
siapa disini yang menjadi kakak, eh?! Kenapa aku seperti memarahi anak kecil?!”
Aku sedikit terkekeh masam.
“Apa kau
pikir kau berhasil menjadi seorang kakak, hyukjae-ah??!! Jawab aku!!” Aku
mengepalkan tanganku berusaha menahan amarah.
“Dimana
tanggung jawabmu, monyet pengecut??!!! Keluar kau!! Apa kau tak berani
menghadapi adikmu sendiri, eoh?!! Dimana sikap seorang Kakak yang seharusnya
kau tunjukkan padaku?! Dimana?!! Jawab aku Hyuk Jae-ah!!!”
Pintu kamar
sedikit terbuka, aku bisa melihat oppa keluar dari kamarnya dengan menunduk. Ia
keluar dan langsung memelukku.
“Mian..
Mianhe, hankyo-ah. Aku bukan seorang kakak yang baik.” Lirihnya. Bisa kurasakan
bahuku yang basah, hei! Apa dia menangis?
“Op..
oppa..” Panggilku pelan. Aku mengelus punggungnya.
“Maafkan
oppa yang tak bertanggung jawab. Oppa tak berhasil menjadi seorang kakak. Oppa
memang kakak yang pengecut!” Ucapnya masih sambil memelukku.
“Oppa..”
Lirihku. Kini, aku yang merasa bersalah padanya. Apa aku tadi keterlaluan? Oh,
ayolah.. aku hanya berusaha memperbaiki sikapnya. “Oppa.. uljima.” Ujarku
kemudian.
Oppa
melepaskan pelukannya dan menyeka air matanya. “Memalukan, aku menangis di
depan dongsaengku sendiri.” Ucapnya sedikit terkekeh. “Hankyo-ah.. Oppa
berjanji akan memperbaiki sikap oppa padamu. Oppa berjanji akan menjadi kakak
yang patut di contoh. Tapi, kau maafkan oppa, ne..” Ujarnya kemudian dengan
sedikit menunduk, mensejajarkan wajahnya dengan wajahku.
“Andwe. Aku
tak akan memaafkan oppa sebelum oppa bertanggung jawab. Kau tau oppa, skate
board itu sangat berarti untukku.” Jawabku.
“ Lalu apa
yang harus oppa lakukan??” Tanyanya.
“Belikan aku
skate board baru dan turuti tiga permintaanku. Yaksok?” Aku mengakat jari
kelingkingku.
“Ne,
yaksoke.” Jawabnya kemudian mengaitkan kelingkingnya pada kelingkingku.
Aku
tersenyum senang dan dibalas dengan gummy smile milik oppa. Setelah itu, Aku
melepaskan kaitan kelingkingku dan kembali memeluk oppa.
“Oppa..
Hyukjae oppa adalah oppa terbaik yang aku punya..” Ujarku pelan kemudian
tersenyum.
~~0~~
Author POV
Sementara
itu..
“Huahh,
lihat mereka. Aku jadi iri..” Ujar Ryeowook.
“Aku juga
hyung. Aku hanya punya noona yang galak.” Tanggap Kyuhyun.
“Sudahlah,
jangan mengintip lagi! Mereka sudah menyelasaikan masalah mereka sendiri kan..”
Ujar Yesung dan beranjak dari tempatnya, diikuti Ryeowook, Sungmin, dan
Kyuhyun.
“Aku masih
teringat kata kata Hankyo, kurasa dia benar.” Ucap Sungmin.
“Ne, aku
setuju dengan perkataan Hankyo. Seorang kakak memang tak boleh berbuat
seenaknya.” Ujar Yesung.
END
Kamsahamida, Annyeong
^^